Diabetes Melitus
Artikel 1
Diabetes Melitus
Diabetes melitus merupakan penyakit yang dapat menyerang semua golongan usia, termasuk anak muda. Kondisi ini terbagi ke dalam dua jenis, tipe-1 dan tipe-2.
Diabetes melitus tipe-1 terjadi karena penyakit autoimun yang menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Sementara itu, diabetes melitus tipe-2 muncul sebagai efek dari pola makan tidak sehat karena tidak bisa mengontrol asupan gula yang masuk dalam tubuh.
Gejala Diabetes
Secara umum, berikut beberapa kondisi yang menjadi ciri-ciri diabetes di usia muda:
•Mudah lapar
•Mudah haus
•Disfungsi ereksi
•Pandangan kabur
•Lemahnya kekuatan otot
•Menurunnya gairah bercinta
•Mudah mengalami kelelahan
•Perubahan suasana hati secara tiba-tiba
•Meningkatnya jumlah urine saat buang air kecil
•Luka membutuhkan waktu lama untuk sembuh dan kering
Cara mengatasih
Suntik insulin, kasih obat Obatan tertentu, menerapkan pola hidup sehat,
Cara Pencegahan
Cara mencegah diabetes di usia muda adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencegah diabetes tipe-2, aturlah pola makan dan asupan gula yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, Anda juga harus rajin berolahraga supaya berat badan tetap ideal.
Sementara itu, belum ada tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes tipe-1. Jika merasakan gejala-gejala diabetes, segeralah berkonsultasi dengan dokter di Mitra Keluarga untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Artikel 2
Ketidakstabilan Kadar Glukosa DarahKetidakstabilan kadar glukosa darah adalah variasi dimana kadar glukosa darah mengalami kenaikan atau penurunan dari rentang normal yaitu mengalami hiperglikemi atau hipoglikemi (PPNI, 2016). Hiperglikemi merupakan keadaan dimana kadar glukosa darah meningkat atau berlebihan. Keadaan ini disebabkan karena stres, infeksi, dan konsumsi obat-obatan tertentu. Hipoglikemia merupakan keadaan kadar glukosa darah dibawah normal, terjadi karena ketidakseimbangan antara makanan yang dimakan, aktivitas fisik dan obat-obatan yang digunakan (Nabyl, 2009).Hiperglikemia merupakan keadaan kadar glukosa dalam darah klien saat pemeriksaan glukosa plasma puasa ≥126 mg/dl, pemeriksaan glukosa plasma ≥200 mg/dl 2-jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban glukosa 75 gram dan pemeriksaan glukosa plasma sewaktu ≥200 mg/dl (Perkeni, 2015). Hipoglikemia merupakan keadaan dimana terjadinya penurunan kadar glukosa darah di bawah 60 hingga 50 mg/dl.
Penyebab Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Hiperglikemia adalah gejala khas DM Tipe II. Beberapa hal yang dapat menyebabkan gangguan kadar glukosa darah adalah resistensi insulin pada jaringan lemak, otot, dan hati, kenaikan produksi glukosa oleh hati, dan kekurangan sekresi insulin oleh pankreas. Ketidakstabilan kadar glukosa darah (hipoglikemia) biasanya muncul pada klien diabetes melitus yang bertahun-tahun. Keadaan ini terjadi karena mengkonsumsi makanan sedikit atau aktivitas fisik yang berat (& B. Smeltzer, 2002).Selain kerusakan pancreas dan resistensi insulin beberapa factor yang dapat memicu terjadinya ketidakstabilan kadar glukosa dalam darah adalah pola makan, aktivitas, dan pengobatan klien DM tipe II (Soegondo, 2010).
Tanda dan Gejala Ketidakstabilan Kadar Glukosa DarahTanda dan gejala ketidakstabilan kadar glukosa di bagi menjadi 2 yaitu tanda dan (PPNI, 2016).
a. Tanda dan gejala mayor
Hiperglikemia1)
Subyektif : pasien mengatakan sering merasa lelah atau lesu.
2) Obyektif : kadar glukosa dalam darah/ urin pasien tinggi
Hipoglikemia1)
Subyektif : pasien mengatakan sering mengantuk dan merasa pusing.
2) Obyektif : terjadinya gangguan koordinasi, kadar glukosa darah/ urin pasien rendah.
b. Tanda dan gejala minor
Hiperglikemia1)
Subyektif : pasien mengeluh mulutnya terasa kering, sering merasa haus
2) Obyektif : jumlah urin pasien meningkat.
Hipoglikemia1)
Subyektif : pasien mengeluh sering merasa kesemutan pada ektremitasnya, sering merasa lapar.
2) Obyektif : pasien tampak gemetar, kesadaran pasien menurun, berprilaku aneh, pasien tampak sulit berbicara dan berkeringat.
Komentar
Posting Komentar